Kamis, 11 Oktober 2012

Perkembangan Ekonomi Koperasi



UNIVERSITAS GUNADARMA
Fakultas Ekonomi, Jurusan Akuntansi
Nama : Nani Nurhayati (28211355)
Semester 3, kelas 2EB21
Mata Kuliah Ekonomi Koperasi (Tulisan)
"Perkembangan Koperasi di Indonesia"

Perkembangan koperasi di Indonesia memang tidak lepas dari peranan penting pemerintah dan pihak-pihak yang terlibat atas maju mundurnya Koperasi di Indonesia.Yang akhirnya menimbulkan pertanyaan : “ Mengapa koperasi di Indonesia maju tidak mundur tidak , apa sebabnya ? “

                  Manajemen yang buruk dan tidak digarap secara profesional juga menjadi salah satu alasan kenapa koperasi di Indonesia tidak berjalan sesuai harapan. Andai tata kelola koperasi di Indonesia dilakukan dengan baik dan profesional, bukan tidak mungkin kesejahteraan jutaan masyarakat Indonesia akan meningkat. Negara-negara lain telah membuktikan bahwa koperasi mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakatnya. Aneh memang jika Indonesia yang menyebut koperasi secara khusus koperasi dalam konstitusinya tetapi perkembangan koperasi di Indonesia tidak secemerlang di bandingkan negara-negara lain.
            Sebagai contoh, di Kanada, 70 persen penduduk adalah anggota koperasi. Di Brasil, enam persen ekspor dilakukan oleh koperasi dengan total nilai ekspor mencapai USD2,8 miliar. Di Denmark, 36,4 persen nilai retail dikuasai oleh koperasi konsumen. Di Jerman satu dari empat penduduk adalah anggota koperasi. Di Jepang, satu dari tiga penduduk anggota koperasi. Bahkan, negara superliberal seperti Amerika Serikat ternyata empat dari sepuluh penduduknya adalah anggota koperasi (Krisnamurthi,2010). Sebenarnya prestasi koperasi Indonesia juga tidak terlalu buruk. Tercatat sepuluh koperasi terbesar di Indonesia menguasai bisnis senilai Rp4 triliun dengan jumlah anggota lebih dari 70 ribu orang.
              Sementara itu, Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, Mari Elka Pangestu menegaskan pentingnya mendukung keberlangsungan sektor usaha kecil dan menengah, terlebih melalui ekonomi kreatif. Mari mengatakan bahwa potensi sumbangan industri kreatif pada perekonomian nasional diperkirakan mencapai Rp468 triliun atau 7,3% dari pendapatan domestik bruto Indonesia. Dari beberapa sektor di ekonomi kreatif, menurut Mari, saat ini masih didominasi oleh produk pakaian (fashion), yaitu sebesar 40,9% dan kri-ya atau seni kerajinan tangan sebesar 27,6%.
                Oleh karena itu bukan hal tidak mungkin koperasi di Indonesia mengalami kemajuan yang berarti, asalkan pihak-pihak yang terlibat saling membantu dalam menjalankan misi tersebut. Karena koperasi mempunyai andil besar dalam kemajuan perekonomian di Indonesia.
  
           Sumber : 

Rabu, 10 Oktober 2012

Tugas Ekonomi Koperasi

Asumsi Dan Konsep Akuntansi Keuangan

UNIVERSITAS GUNADARMA
Tugas Akuntansi keuangan Menengah 1b
Nama : Nani Nurhayati
NPM : 28211355
Kelas : 2EB21
Asumsi Akuntansi Keuangan , yaitu sebagai berikut : 

1.      Kesatuan usaha khusus (Separate entity/Economic entity)
Perusahaan dipandang sebagai suatu unit usaha yang berdiri sendiri, terpisah dari pemiliknya. Maksudnya, walaupun perusahaan itu dimiliki oleh seseorang, tetap saja perusahaan itu dianggap sebagai sebuah badan yang terpisah dari pemiliknya. Seperti: terpisah kekayaannya dari kekayaan pemilik, terpisah utangnya dari utang pemilik. 


2.       Kontinuitas usaha (Going concern/continuity)
Suatu perusahaan itu akan hidup terus, dalam arti diharapkan tidak akan terjadi likuidasi di masa yang akan datang. Penekanan dari konsep ini adalah terhadap anggapan bahwa akan tersedia cukup waktu bagi suatu perusahaan untuk menyelesaikan usaha, kontrak-kontrak dan perjanjian-perjanjian. 


3.       Penggunaan unit moneter dalam pencatatan
Semua transaksi-transaksi yang terjadi akan dinyatakan di dalam catatan dalam bentuk unit moneter pada saat terjadinya transaksi itu. Unit moneter yang digunakan adalah mata uang dari negara di mana perusahaan itu berdiri. Contoh: Indonesia unit moneternya Rupiah, Australia unit moneternya Dollar Australia, dsb. 


4.       Periode waktu (Time-period/Periodicity)
Adanya pembatasan waktu untuk dapat menilai dan melaporkan hasil dari usaha yang dijalankan. Hal ini disebabkan karena perusahaan dianggap akan terus hidup dimasa yang akan datang, sehingga tidak mungkin apabila untuk mengetahui keuntungan atau kerugian dari usaha kita harus menunggu perusahaan ditutup terlebih dahulu.


  Konsep Dasar Akuntansi Keuangan , yaitu sebagai berikut : 


1.       Prinsip Biaya Historis (Historical Cost Principle)  

Prinsip ini menginginkan bahwa digunakannya harga perolehan dalam mencatat aktiva, utang, modal dan biaya. Harga perolehan merupakan harga pertukaran yang disetujui oleh pihak-pihak yang melakukan transaksi (harga saat terjadinya transaksi). 

2.       Prinsip Pengakuan Pendapatan (Revenue Recognition Principle) 

Pendapatan merupakan aliran masuk aktiva yang timbul dari penyerahan barang atau jasa yang dilakukan oleh pihak-pihak yang melakukan transaksi pada suatu perode tertentu. Namun di dalam prinsip ini pendapatan diartiakan dalam istilah yang luas meliputi pendapatan sewa, pendapatan bunga, laba penjualan dan lain-lain. 

3.       Prinsip Mempertemukan (Matching Principle)  

Prinsip mempertemukan ini merupakan mempertemukan antara biaya dengan pendapatan yang timbul dari biaya yang dikeluarkan tersebut. 

4.       Prinsip Konsistensi (Consistency Principle) 

Di dalam Tujuan Kualitatif Laporan Keuangan disebutka bahwa laporan harus mempunyai daya banding misalnya komparatif dengan tahun sebelumnya, maka metoda dan prosedur yang digunakan dalam proses akuntansi haruslah konsisten dari tahun ke tahun. 

5.       Prinsip Pengungkapan Lengkap (Full Disclousure Principle)
Maksudnya adalah menyajikan informasi secara lengkap dalam laporan keuangannya.



Sabtu, 16 Juni 2012

LANGKAH-LANGKAH PEMBUATAN MAIL MERGE PADA OPEN OFFICE



FAKULTAS EKONOMI, AKUNTANSI
UNIVERSITAS GUNADARMA 
KALIMALANG
2011-2012



Langkah-langkah pembutan Mail Merge sebagai berikut :

1.      Ketik dahulu surat yang ingin kita buat.



2.      Klik menu tools lalu pilih mailn merge wizard


3.      Pilih Use the current document, Lalu klik next.


4.      Pilih letter, klik next.


5.      klik tombol select address list.


6.      Kemudian muncul jendela pilihan address list yang akan digunakan lalu mengklik tombol 'create'.


7.      Kemudian muncul tampilan new address list, lalu klik tombol customize.

8.      Muncul Customize address list. lalu address list elementsnya di delete


9.       lalu klik add.

10.  Muncul jendela Add elements,ketik nama lalu klik add.

11.  Klik add untuk membuat name lagi

12.  Kemudian masukkan pada jendela address information data-datanya, lalu klik Ok.

13.  Muncul jendela save as.



14.  Kemudian muncul jendela select address list, klik OK
.

15.  Kemudian muncul jendela mail merge wizard, klik match fields



16.  Muncul jendela Match Field, lalu klik Ok.


17.  Klik More



18.  Muncul jendela select addres block, klik edit




19.    Kemudian muncul jendela Edit address block, Klik “Remove from address” untuk menghapus address yang tidak kita gunakan klik Ok.


20.  Klik next.



21.  klik next.



22.  di Uncheklis dahulu lalu klik next.


23.  klik next.


24.  Lalu klik edit document.


25.  Edit hasilnya sesuai yg diinginkan



26.  Klik Next



27.  Klik next kembali



28.  Untuk save document 




29.  Save sesuai dengan nama yg anda inginkan



30.  Klik finish


31.  Hasilnya sebagai berikut