Jumat, 15 Mei 2015

Perusahaan Multinational Corporation Nestle

UNIVERSITAS GUNADARMA
Nama : Nani Nurhayati
NPM : 28211355
KELAS : 4EB21
Fakultas Ekonomi, Jurusan Akuntansi
“Perusahaan Multinational Corporation Nestlé”

Definisi  MNC
Multinational Corporation atau MNC adalah perusahaan yang berusaha di banyak negara; perusahaan ini biasanya sangat besar. Perusahaan seperti ini memiliki kantor-kantor, pabrik atau kantor cabang di banyak negara. Mereka biasanya memiliki sebuah kantor pusat di mana mereka mengkoordinasi manajemen global.

Sejarah Nestlé
Nestlé adalah sebuah perusahaan multinternasional di Vevey, Swiss yang bergerak dalam bidang makanan minuman. Didirikan pada tahun 1868 oleh Hendry Nestlé. Perusahaan ini menghasilkan makanan nutrisi dan minuman nutrisi seperti makanan bayi, susu, kopi, cokelat, dan lain-lain. Perusahaan ini masuk dalam bursa saham SWX Swiss Exchange. Pada tahun 2012, Nestlé melalui anak perusahaannya PT Nestlé Indonesia memenangkan Anugerah Produk Pertanian Berdaya Saing kategori CSR.Iklan Nestle Indonesia ini diambil lisensi dari Publicis Jakarta.

Masyarakat Indonesia sudah mengenal Nestlé sejak akhir abad ke-19 lewat produk “Tjap Nona” (Cap Nona) yang sempat dikenal dengan nama “Milk Maid”. Pada tahun 1910 pemasaran produk Nestlé dilakukan oleh cabang Nestlé di Singapura. Produk-produk Nestlé begitu mendominasi pasaran susu kental manis di Indonesia sehingga para konsumen mengidentifikasi semua jenis susu sebagai “Tjap Nona”.

Pada tahun 1930 Nestlé memiliki pangsa pasar terbesar di Indonesia untuk jenis produk susu. Kuatnya tim pemasaran yang terjun ke desa-desa serta aktifnya upaya Nestlé menjaga mutu, dengan mengganti kaleng-kaleng tua di toko-toko dan warung-warung dengan produk baru, merebut kepercayaan dan kesetiaan para konsumen. Keberhasilan Nestlé di Indonesia disebabkan oleh produk yang bermutu tinggi yang diminati oleh para konsumen dan didukung oleh jaringan distribusi yang efisien dan staf penjualan dan sistem manajemen yang profesional.

1873-1999
Produk-produk impor Nestlé secara lebih lengkap mulai tersedia di Indonesia sejak tahun 1873 lewat pemasaran dari cabang Nestlé di Singapura. Karena permintaan konsumen Indonesia yang semakin meningkat, maka Nestlé secara resmi memulai berusaha di Indonesia pada tahun 1971 atas nama PT Food Specialities Indonesia. 

Untuk menunjang usaha di Indonesia, maka pabrik pengolahan susu di Waru, Jawa Timur mulai beroperasi pada tahun 1972. Sejalan dengan beroperasinya Pabrik Pengolahan Pabrik Waru, Nestlé Indonesia mulai memberikan bantuan teknis kepada masyarakat sekelilingnya terutama kepada para peternak sapi. Pada tahun 1979, pabrik pengolahan kopi didirikan di Panjang, Lampung sebagai pabrik kedua Nestlé di Indonesia untuk menghasilkan kopi NESCAFÉ. 

Atas permintaan konsumen yang semakin meningkat, maka pada tahun 1988 Pabrik Kejayan di Pasuruan, Jawa Timur mulai beroperasi, menghasilkan produk susu dengan kapasitas yang lebih besar dan menggantikan Pabrik Waru yang ditutup. 

Setelah sukses membuka dan mengoperasikan  pabrik di Lampung dan Jawa Timur maka pada tahun 1990 Pabrik Cikupa mulai beroperasi, menghasilkan kembang gula (confectionery) yaitu POLO dan FOX'S.

2000-2009
Pada tahun 2000 PT Food Specialities Indonesia, Nestlé Confectionary Indonesia & Supmi Sakti merger ke dalam Nestlé Indonesia. Merger tersebut dianggap sukses sehingga pada tahun 2001 Nestlé Beverages Indonesia dan Nestlé Distribution Indonesia turut bergabung dengan Nestlé Indonesia.

2010-sekarang
Melihat potensi pasar di Indonesia yang semakin baik maka pada tahun 2010 Pabrik Kejayan diekspansi, dan menjadi salah satu dari 10 pabrik terbesar Nestlé di dunia. Saat ini, Pabrik Kejayan menyerap 700.000 liter susu segar setiap hari dari 33.000 peternak susu di Jawa Timur

Corporate Equity Monitor 2010 menyatakan bahwa Nestlé telah mencatat kemajuan yang sangat pesat dalam inovasi, renovasi, kedekatan dengan konsumen, kenikmatan, serta tanggung jawab sosial perusahaan.

Setelah sukses membuka dan mengoperasikan pabrik pengolahan susu, pengolahan kopi dan pengolahan kembang gula, pada 2013 pabrik ke-empat akan dibuka untuk memproduksi MILO, DANCOW dan bubur bayi Nestlé CERELAC.
 
Dalam pengembangan produk, nestle mengaplikasikan Nestlé Nutritional Profiling System untuk memastikan bahwa produk-produknya memberikan nilai gizi yang baik untuk konsumen.

Alamat kantor pusat dan cabang pada perusahaan Nestle Indonesia :
  • Nestle Indonesia PT; (Kantor Pusat) Jl Letjen TB Simatupang Kav 88 Perk Hijau Arkadia Wisma Nestle Lt 5 Cilandak Barat, Cilandak Jakarta Selatan 12430 DKI Jakarta 
  • Nestle Indonesia PT; Jl Paso 1262 DKI Jakarta 
  • Nestle Indonesia PT; (Tangerang Kantor Utama) Kp Cirewed Ds Sukadamai RT 003/01 Cikupa Tangerang 15710 Banten
  • Nestle Indonesia PT; (Surabaya Kantor Utama) Jl Berbek Industri I 23 Kawasan SIER Kali Rungkut, Gununganyar Surabaya 60293 Jawa Timur 
  • Nestle Indonesia PT; (Yogyakarta Kantor Utama) Jl Veteran 137 Pandean, Umbul Harjo Yogyakarta 55161 DI Yogyakarta 
  • Nestle Indonesia PT; (Makassar Kantor Utama) Jl Galangan Kapal 22 Bodoa, Tallo Makassar 90211 Sulawesi Selatan 
  • Nestle Indonesia PT; (Medan Kantor Utama) Jl Mustafa XV 121 Medan Sumatera Utara 
  • Nestle Indonesia PT; (Semarang Kantor Utama) Jl Pandanaran 6-8 Miroto, Semarang Tengah Semarang 50134 Jawa Tengah 
  • Nestle Indonesia PT; (Bandarlampung Kantor Utama) Jl Raya Bakauhuni Km 13 Srengsem, Panjang Bandarlampung 35242 Lampung 
  • Nestle Indonesia PT; (Pasuruan Kantor Utama) Jl Raya Pasuruan-Malang Km 9 Kejayaan Pasuruan 67172 Jawa Timur 
  • Nestle Indonesia PT; (Beji Kantor Utama) Ds Karangrejo Gempol Beji 67155 Jawa Timur 
  • Nestle Indonesia PT; (Gempol Kantor Utama) Jl Sejo Karangrejo Gempol Gempol 67155 Jawa Timur 
  • Nestle Indonesia PT; (Banjarmasin Kantor Utama) Jl Manggis 3 RT 020 Kebun Bunga, Banjarmasin Timur Banjarmasin 70235 Kalimantan Selatan
  • Nestle Indonesia PT; (Pematang Siantar Kantor Utama) Jl Rakuta Sembiring 388 Sigulanggulang, Siantar Utara Pematang Siantar 21141 Sumatera Utara 
  • Nestle Indonesia PT; Jl Rungkut Industri X Lt 3 Surabaya Jawa Timur 
  • Nestle Indonesia PT; Jl Rungkut Industri I 9-C Kawasan SIER Kali Rungkut, Gununganyar Surabaya 60293 Jawa Timur 
  • Nestle Indonesia PT; Jl Raya Rungkut Industri 10 Wisma SIER Lt 3 Kali Rungkut, Gununganyar Surabaya 60293 Jawa Timur 
  • Nestle Indonesia PT; Jl Raya Waru 25 Waru Surabaya 61256 Jawa Timur 
  • Nestle Indonesia PT; Jl Lanto Dg Pasewang 41-A Maricaya, Makassar 90142 Sulawesi Selatan 
  • Nestle Indonesia PT; Jl Raya Kapasa RW 02 Daya, Biringkanaya Makassar 90241 Sulawesi Selatan 
  • Nestle Indonesia PT; Jl Soekarno-Hatta Bandarlampung Lampung
  • Nestle Indonesia PT; Jl Gn Kawi 283 RT 001/01 Kedaton, Kedaton Bandarlampung 35141 Lampung 
  • Nestle Indonesia PT; Jl Tembero Kejayaan Pasuruan 67172 Jawa Timur
  • Nestle Indonesia PT; Ds Karangrejo Gempol Gempol 67155 Jawa Timur 

Laporan Keuangan Perusahaan Nestle 



Sumber :

Kamis, 23 April 2015

Tugas Tingkat Pengangguran di Indonesia

UNIVERSITAS GUNADARMA
Nama : Nani Nurhayati
NPM : 28211355
KELAS : 4EB21
Fakultas Ekonomi, Jurusan Akuntansi
" Tingkat Pengangguran "

Ø  Artikel :
       Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat jumlah pengangguran per-Agustus 2014 sebesar 7,24 juta orang. Sedangkan angkatan kerja yang tercatat mencapai 121,9 juta orang. Angka ini mengalami kenaikan sekitar 90.000 orang dibandingkan posisi Februari 2014, atau ada kenaikan sekitar 1,2%. Namun bila dibandingkan dengan tahun lalu (yoy), angka pengangguran terbaru ini mengalami penurunan sekitar 170.000 orang dibandingkan posisi Agustus tahun lalu atau turun 2,2%. “Dari 121,9 juta orang angkatan kerja, sebesar 7,24 juta belum tertampung oleh pasar kerja,” kata Kepala BPS Suryamin saat jumpa pers di kantor pusat BPS, Jakarta, Rabu (5/11).
       Data Februari 2014 jumlah pengangguran sebesar 7,15 juta orang, jumlah pengangguran terlihat mengalami peningkatan. Meskipun lebih rendah dibandingkan Agustus 2013 yang sebesar 7,41 juta orang. “Angka pengangguran juga dipengaruhi oleh tahun ajaran baru. Ada yang sudah lulus sekolah tapi belum lanjut kuliah dan ada yang sudah lulus kuliah tapi masih mencari pekerjaan,” terang Suryamin.
       Suryamin memaparkan jumlah tenaga kerja Indonesia per Agustus 2014 mencapai 182,99 juta orang. Sementara tingkat pengangguran terbuka mencapai 5,94% dari jumlah penduduk, atau 7,24 juta orang. Dia menambahkan, tingkat pengangguran terbuka (TPT) paling besar adalah mereka lulusan Sekolah Menengah Kejuruan (SMK), Diploma, dan Universitas. Untuk pengangguran lulusan SMK jumlahnya adalah 11,24% dari total jumlah pengangguran. Pengangguran lulusan SMK ini naik tipis dibandingkan posisi Agustus 2013 yang mencapai 11,21%. Sementara penggangguran bertitel Diploma jumlahnya 6,14% dari total pengangguran, naik dari Agustus 2013 5,95%. Pengangguran Sarjana mencapai 5,65% dari total pengangguran, naik dari Agustus 2013 sebesar 5,39%. “Ini dikarenakan ada yang baru tamat sekolah dan ada yang masih mencari kerja,” katanya.
       Dia mengaku heran karena banyak lulusan SMK yang berstatus pengangguran. Pasalnya, dia menilai lulusan SMK harusnya punya kemampuan yang khusus yang dibutuhkan dunia kerja. “Banyak yang kejuruan itu masih pengangguran. Harusnya bisa menjadi catatan pemerintah, bahwa ketika masuk SMK, ada nggak lapangan pekerjaan yang akan menampungnya,” kata Suryamin.
       Sementara itu pengangguran lulusan SD ke bawah hanya sebesar 3,04%. Terus menurun dibandingkan Agustus 2013 yang sebesar 3,44%. Pengangguran lulusan SMP 7,15 atau turun dari periode sebelumnya 7,59%. Suryamin menambahkan penyerapan tenaga kerja di Indonesia masih didominasi kelompok pendidikan rendah.
       Suryamin menyebutkan, kategori pendidikan rendah adalah lulusan Sekolah Dasar (SD) dan Sekolah Menengah Pertama (SMP). Kemudian tidak lulus SD dan sama sekali tidak sekolah. “Penyerapan tenaga kerja masih didominasi pekerja berpendidikan rendah, sebesar 74,3 juta orang atau 64,83%,” ungkapnya. Dibanding periode yang sama tahun sebelumnya, porsi penyerapannya sedikit menurun. Pada Agustus 2013 dilaporkan, pekerja berpendidikan rendah mencapai 65,95%.
       “Melihat porsinya itu turun dari Agustus 2013,” sebut Suryamin. Sedangkan untuk pekerja dengan pendidikan tinggi, dari Diploma dan Universitas hanya 11,2 juta orang atau 9,79% dari total tenaga kerja. “Agustus 2013 itu sebesar 9,35%, naik sedikit menjadi 9,79%,” imbuhnya. Sisanya adalah lulusan SMA dan SMK yang sebesar 29,1 juta orang atau 25,39% dari total tenaga kerja. (Kartika Runiasari/CN41/SMNetwork).

Ø  Kesimpulan dan saran
  Tingkat pengangguran tidak hanya dipengaruhi oleh kemiskinan, namun tingkat pengangguran terbuka (TPT) paling besar adalah mereka lulusan Sekolah Menengah Kejuruan (SMK), Diploma, dan Universitas. Harusnya lulusan SMK punya kemampuan yang khusus yang dibutuhkan dunia kerja. Dan penyerapan tenaga kerja masih didominasi pekerja berpendidikan rendah.  Ada pun sebab lain diantaranya kurangnya jumlah lapangan pekerjaan, serta masih kurangnya keterampilan dan pengetahuan yang dimiliki oleh masyarakat untuk membuka usahanya sendiri. Untuk mengatasi jumlah pengangguran yang ada di Indonesia adalah dengan memperluas atau menciptakan lapangan pekerjaan, disamping itu peran pemerintah sangat dibutuhkan salah satunya dengan mengadakan pelatihan-pelatihan untuk membantu masyarakat yang berpendidikan rendah agar dapat memperoleh pengetahuan yang bermanfaat untuk membangun jiwa kewirausahaan dan tidak bergantung kepada orang lain. Sedangkan untuk tingkat pengangguran dengan latar pendidikan yang standar ataupun tinggi, selain ditingkatkannya keterampilan, tidak membuang-buang waktu pada saat sekolah dan yang sangat perlu diperhatikan adalah menjauhi rasa malas untuk belajar, mencari, dan menciptakan suatu lapangan pekerjaan yang tidak hanya membantu diri sendiri keluar dari zona pengangguran, namun juga dapat membantu orang lain dengan permasalahan yang sama.


Ø  Sumber :

Rabu, 11 Maret 2015

Tugas Mata Kuliah Akuntansi Internasional

UNIVERSITAS GUNADARMA
Nama : Nani Nurhayati
NPM : 28211355
KELAS : 4EB21
Fakultas Ekonomi, Jurusan Akutansi
" Tugas Perhitungan Kurs "

SOAL DAN JAWABAN
1.      Bpk Romi mendapat kiriman uang dari putrinya yang bekerja di New Zealand sebesar NZD 4.000 dan kiriman putranya sebesar CHF 2.500. Berapa  uang  yang akan diterima Bpk. Romi?
Jawab :
Uang dari putrinya = 4.000 x Rp. 9.489,52 (kurs beli) = Rp. 37.958.080
Uang dari putranya = 2.500 x Rp. 13.159,81 (kurs beli) = Rp. 32.899.525
Jadi, uang yang diperoleh Bpk Romi = Rp. 37.958.080 + Rp. 32.899.525 = Rp. 70.857.605

2.      Setelah mendapatkan kiriman uang dari putra dan putrinya, Bpk Romi berniat untuk bertamasya ke Jepang. Berapa yen uang Bpk Romi jika hanya separuh dari uangnya yang ditukarkan ?
Jawab :
Rp. 70.857.605 / 2 = Rp. 35.428.802,5
( Rp. 35.428.802,5 / Rp. 10.788,33 (kurs jual) ) x ¥1 = ¥ 3.284

3.      Tn. Dodit akan pergi ke luar negeri tepatnya kanada untuk menemui kerabatnya, ia mempunyai uang sebesar Rp. 487.000.000. Berapa  dollar kanada uang  yang akan diterima Tn. Dodit?
Jawab :
( Rp. 487.000.000 / Rp. 10.388,66 (kurs jual) ) x CAD$ 1 = CAD$ 46.878

4.      Sepulang dari kanada Tn. Dodit memiliki sisa uang sebanyak CAD$ 12.300, lalu dia berniat utk menukar sisa uang tersebut menjadi THB. Berapa uang Tn. Dodit sekarang ?
Jawab :
12.300 x RP. 10.280,88 (kurs beli) = Rp. 126.454.824
( Rp. 126.454.824 / Rp. 402,58 (kurs jual) ) x THB 1 = THB 314.111

5.      Mr. Rich mengimpor mobil dengan harga AUD 18.000. Maka uang yang harus dibayarkan Mr. Rich atas pembelian mobil tersebut  adalah….
Jawab :
18.000 x 10.060,86 (kurs jual) = 181.095.480

6.      Rindu datang ke Money Changer untuk menjual HKD 17.000 dan menukarnya menjadi rupiah.
Jawab :
17.000 x RP. 1.674,53 (kurs beli) = Rp. 28.467.010

7.      Rebecca berkunjung ke Indonesia dengan membawa uang sebesar GBP 3.500. Ketika ditukar ke bank maka berapa rupiah yang diterima Rebecca?
Jawab :
3.500 x RP.19.607,95 (kurs beli) = Rp. 68.627.825

8.      Nurul memiliki uang rupiah sebesar Rp. 27.980.000, kemudian ia ingin menukarkannya dengan mata uang Chinese Yuan Renminbi. Berapa CNY yang akan diperoleh Nurul ?
Jawab :
(Rp. 27.980.000 / 2.131,49 (kurs jual) ) x CNY 1 = CNY 13.127

9.      Berapa EURO yang diperoleh dari penukaran Rp. 158.483.000 dengan kurs jual 14.211,98 dan kurs beli 14.068,60 ?
Jawab :
Kurs Jual : ( 158.483.000 / 14.211,98 ) x EUR 1 = EUR 11.151,37
Kurs Beli : EUR 11.151,37 x 14.068,60 = Rp. 156.884.164
                 : ( 156.884.164 / 14.211,98 ) x EUR 1 = EUR 11.039

10.  Vivi memiliki uang rupiah sebesar Rp. 16.200.000, kemudian ia ingin menukarkannya dengan mata uang Brunei. Berapa BND yang akan diperoleh Vivi ?
Jawab :

(Rp. 16.200.000 / 9.486,09 (kurs jual) ) x BND 1 = BND 1.708

Minggu, 23 November 2014

Kode Etik Profesi Akuntansi Pemerintahan (Governmental Accounting)

UNIVERSITAS GUNADARMA
Nama : Nani Nurhayati
Kelas / NPM : 4EB21 / (28211355)
Mata Kuliah : Etika Profesi Akuntansi
“ Kode Etik Profesi Akuntansi Pemerintahan (Governmental Accounting) “

            Kode Etik Profesi merupakan suatu tatanan etika yang telah disepakati oleh suatu kelompok masyarakat tertentu. Kode etik umumnya termasuk dalam norma sosial, namun bila ada kode etik yang memiliki sanksi yang agak berat, maka masuk dalam kategori norma hukum. Kode etik merupakan pola aturan atau tata cara sebagai pedoman berperilaku. Tujuan Kode Etik agar profesional memberikan jasa sebaik-baiknya kepada pemakai atau nasabahnya. Adanya kode etik akan melindungi perbuatan yang tidak profesional.
            Dalam Kode Etik Akuntan Indonesia. Pasal 1 ayat 2 menyatakan bahwa setiap anggota harus mempertahankan integritas, objektifitas dan independensi dalam melaksanakan tugasnya. Pada tahun 1998, Ikatan Akuntan Indonesia (IAI) merumuskan Kode Etik IAI sebagai pedoman etika profesional, Etika profesi ini dirumuskan agar dalam memberikan jasa profesional akuntan selalu bertindak tegas dan jujur.
            Prinsip-prinsip etika pada umumnya berlaku bagi semua orang, serta berlaku pula bagi kaum professional. Prinsip-prinsip etika profesi adalah : 
  •  Prinsip Tanggung Jawab ; Yaitu salah satu prinsip pokok bagi kaum profesional. Karena orang yang professional sudah dengan sendirinya berarti bertanggung jawab atas profesi yang dimilikinya. Dalam melaksanakan tugasnya dia akan bertanggung jawab dan akan melakukan pekerjaan dengan sebaik mungkin, dan dengan standar diatas rata-rata, dengan hasil maksimal serta mutu yang terbaik. 
  •  Prinsip Keadilan ; Yaitu prinsip yang menuntut orang yang professional agar dalam melaksanakan profesinya tidak akan merugikan hak dan kepentingan pihak tertentu, khususnya orang-orang yang dilayani dalam  kaitannya dengan profesi yang dimilikinya. 
  •  Prinsip Otonomi ; Yaitu prinsip yang dituntut oleh kalangan professional terhadap dunia luar agar mereka diberikan kebebasan sepenuhnya dalam menjalankan profesinya. Sebenarnya hal ini merupakan konsekuensi dari hakekat profesi itu sendiri. Karena hanya mereka yang professional ahli dan terampil dalam bidang profesinya, tidak boleh ada pihak luar yang ikut campur tangan dalam pelaksanaan profesi tersebut. 
  •  Prinsip Integritas Moral ; Yaitu prinsip yang berdasarkan pada hakekat dan ciri-ciri profesi di atas, terlihat jelas bahwa orang yang professional adalah juga orang yang mempunyai integritas pribadi atau moral yang tinggi. Oleh karena itu mereka mempunyai komitmen pribadi untuk menjaga keluhuran profesinya, nama baiknya, dan juga kepentingan orang lain maupun masyarakat luas.
Akuntansi Pemerintahan (Governmental Accounting)
            Akuntansi pemerintah bertugas melakukan pencatatan yang teratur atas penerimaan dan pengeluaran negara. Akan tetapi akuntansi pemerintahan hanya bekerja dalam lembaga-lembaga pemerintah milik negara.

Kode Etik Profesi Akuntansi Pemerintahan : 
  1. Menjalankan pemeriksaan sesuai dengan Standar Pemeriksaan Keuangan Negara. 
  2. Mematuhi kode etik pemeriksa. 
  3. Melaksanakan sistem pengendalian mutu.
  4. Pemeriksa tidak mempunyai hubungan pertalian darah ke atas, ke bawah atau semenda sampai dengan derajat kedua dengan jajaran pimpinan objek pemeriksaan.
  5. Pemeriksa tidak mempunyai kepentingan keuangan baik secara langsung maupun tidak langsung dengan objek pemeriksaan. 
  6. Pemeriksa tidak pernah bekerja atau memberikan jasa kepada objek pemeriksaan dalam kurun waktu 2 tahun terakhir. 
  7. Pemeriksa tidak mempunyai hubungan kerjasama dengan objek pemeriksaan. 
  8. Pemeriksa tidak terlibat baik secara langsung maupun tidak langsung dalam kegiatan objek pemeriksaan, seperti memberikan asistensi, jasa konsultasi, pengembangan sistem, menyusun dan atau mereview laporan keuangan objek pemeriksaan.
Sumber :